Menabur kebaikan

cropped-foto-langit-biru-padi-hijau-sawah.jpg

Seorang pria tua berusia lebih dari 80 tahun sedang menanam tunas pohon durian ketika ia diamati oleh para tetangga-nya melakukan aktivitas tersebut.
 
Para tetangga bertanya kepada kakek tersebut “Apakah Anda berharap untuk dapat makan buah durian dari pohon itu?” Pohon durian akan mulai menghasilkan buah nya membutuhkan waktu paling tidak sekitar 8 sampai 10 tahun.
 
Orang tua itu beristirahat sejenak setelah menanamkan tunas pohon tersebut, meletakkan sekopnya sambil tersenyum dan mulai menyapa tetangganya . Dia mengatakan “Tentu saja Tidak bila menakar usia ku saat ini, aku tahu mungkin tidak akan dapat menikmati buah hasil tanamanku ini. Sepanjang hidupku aku telah menikmati buah durian tetapi tidak pernah dari pohon yang ku tanam sendiri sebelumnya. Aku tidak akan pernah menyantap buah durian yang lezat tersebut jika orang lain tidak melakukan apa yang aku lakukan seperti sekarang ini. Aku hanya mencoba untuk membayar orang-orang lain yang telah menanam durian di mana buah durian-nya telah kumakan sebelumnya untuk diriku”. Para tetangga sangat heran melihat prilaku kakek tersebut karena nampaknya ia melakukan hal tersebut dengan begitu berbahagianya.
 
Kearifan hidup mengajarkan pada kita bahwa Kita haruslah pertama-tama menjadi PEMBERI terlebih dahulu lalu barulah menjadi PENERIMA dalam keadaan segala sesuatu yang kita lakukan di kehidupan ini sehingga hidup akan berjalan seimbang pada porsinya. Kita tidak hanya akan mendapatkan apa yang kita inginkan, tetapi benar-benar akan berbahagia pada akhirnya Karena kita telah bersumbangsih berkontribusi menabur benih kebaikan terlebih dahulu sebelum mulai dapat menuai hasilnya.
 
Prinsip hidup tabur tuai ini adalah hukum alam yang mendasari moral pendidikan agama, di mana bila kita memberikan hal yang terbaik bagi hidup maka Insyaa Allah akan diganjar oleh Sang Khalik dengan kebaikan juga, begitupun sebaliknya.
 
Mulailah menabur kebaikan  . dan Insyaa Allah kita akan menjadi manusia yang berbahagia pada akhirnya . .
 
Saya sering melihat di sekeliling sekitar masyarakat kita akhir-akhir ini bahwa banyak sekali di antaranya dengan semakin bertambah usia nya maka watak kasar seseorang makin muncul kepermukaan tercermin dari ekspresi wajah yang sangat sangar, siap tarung dengan siapapun, beringas, dan gampang sekali mengumbar kemarahan tersulut emosinya . .
 
Akan tetapi di sisi lain nampak sekali ada banyak juga dari kita dengan bertambahnya usia mereka nampak sekali semakin rajin ia berserah diri kepada Allah dan nampak tergurat ekspresi raut wajah yang sejuk, teduh dan semakin bijak, sehingga bila kita memandang ke wajahnya terasa bagaikan sedang bersentuhan dengan oase keindahan, kedamaian dan keteduhan . .
 
Menjadi seperti versi yang manakah kita nantinya ??  Silakan renungkan dan taburlah perbuatan serta tingkah-laku seperti apa yang akan anda tuai pada akhirnya . .
 
Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala senantiasa berkenan membimbing jalan kita ke arah jalan yang benar dan lurus.
 

Cinta Ilmu

diskusi3.jpg

Cinta akan ilmu Seorang muslimah hendaknya memiliki rasa cinta ilmu, karena itu merupakan karakter orang beriman.  Sesuai dengan ayat alQuran yang pertama turun, Iqo’ (bacalah). Sebagai manusia tentu banyak hal yang tidak kita ketahui, banyak pertanyaan dalam benak yang membutuhkan jawaban. Tak selayaknya seorang muslimah membiarkan diri terlarut dalam ketidaktahuan dan ketidakfahaman tentang ilmu agama.

Didasari keprihatinan terhadap maraknya kasus yang menimpa perempuan, seperti trafficking, kekerasan dalam rumah tangga, tingginya kematian ibu dan sebagainya. Belum lagi fakta mengenai kian terguncangnya institusi keluarga, penyalahgunaan narkoba, pornografi, serta meningkatnya kasus pelecehan dan jumlah anak yang menjadi korban kekerasan seksual.

Semua permasalahan tersebut bersumber dari satu hal: kurangnya pemahaman tentang Islam. Dan wanita merupakan agen perubahan yang sangat potensial,  karenaperannya sangat penting dalam sebuah keluarga.

Cinta Ilmu . Seorang muslimah hendaknya memiliki rasa cinta ilmu, karena itu merupakan karakter orang beriman.  Sesuai dengan ayat alQuran yang pertama turun, Iqo’ (bacalah). Sebagai manusia tentu banyak hal yang tidak kita ketahui, banyak pertanyaan dalam benak yang membutuhkan jawaban. Tak selayaknya seorang muslimah membiarkan diri terlarut dalam ketidaktahuan dan ketidakfahaman tentang ilmu agama.

Pemahaman terhadap agama merupakan modal penting dalam hidup. Contoh, saat mengalami musibah, pemahaman seperti apa yang seharusnya ada dalam benak seorang muslimah. Bagi orang yang tidak memiliki pemahaman agama yang benar, saat mendapat takdir yang tidak sesuai keinginannya akan marah pada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Alih-alih meninta pertolongan pada Allah, malah meminta kepada selain Allah na’udzubillah min dzalik.Muslimah harus bias menentukan sikap berdasarkan AlQur’an dan Hadits, karenanya tidak boleh berhenti belajar. Jangan bangga menjadi orang yang tidak faham. Kita harus biasa memotivasi diri sendiri untuk belajar. Belajar di majlis ta’lim, Tanya ke ustadz dan ustadzah, membaca buku atau diskusi. Waspadai pula penyakit orang yang menuntut ilmu, yaitu yang tidak kontinyu dan tidak bersunguh-sungguh.

Keluarga dunia akhirat

Keluarga Dunia akhirat

Gempa bumi dan tsunami aceh, 2004 lalu memisahkan herawati (15) dan ayahnya, saat itu ia baru berusia delapan tahun, Setelah tujuh tahun berlalu Allah SWT mempertemukan wanita belia ini dengan ayahnya, Tarmi Yunus, Bagaimana perassaan mereka ? Tentu kebahagiaan yang tiada tara.

Jangankan tujuh tahun, berpisah bebrapa hari saja dengan keluarga.sudah menumbuhkan kerinduan, Dan dapat berkumpul bersama keluarga merupakan sebuah kenikmatan.

Begitu juga kenikmatan di Surga, belum sempurna rasanyabila tidak mendapati istri atau suami, anak dan keluarga di dalamnya. Maka Allah SWT sempurnakan nikmat dan karunia-Nya kepada hamba hamba Nya yang bertakwa dengan menghimpun mereka dan keluarganya disurga.

Ayat diatas merupakan kelanjutan ayat ayat sebelumnya yang menerangkan berbagai kenikmatan yang diperoleh para penghuni surga. Yaitu firman Allah SWT, “ Sesungguh orang orang yang bertakwa berada dalam surga dan kenikmatan, mereke bersuka ria dengan apa yang diberikan kepada mereka  oleh Tuhan mereka; dan Tuhan mereka memelihara mereka dari azab neraka . (Dikatakan kepada mereka) : “makan dan minumlah dengan enak sebagai balasan dari apa yang telah kamu kerjakan “. Mereka bertelekan diatas dipan dipan berderetan dan kami kawinkan mereka dengan bidadari bidadari yang cantik bermata jeli ( QS Ath- Thuur 52 17 -20)

Iman, syarat Utama

Kenikmatan memiliki keluarga abadi didunia dan akhirat tidak wujudkan, tapi juga tidak diberikan Cuma Cuma . ada syarat utama yang harus dimiliki yaitu iman.

Dalam kajian iman Ibnu katsir rahimahullah, melalui ayat ini, Allah Ta’ala memberitahukan bahwa orang orang mukmin akan dihimpun dengan bapak bapak mereka dan disetarkan derajatnya jika mereka tetap dalam keimanan, meskipun amal keluarga atau anak cucu mereka tidak setara dengan amal bapak-bapaknya.Hal ini untuk menambah kesejukkan mata dan kebagiaan para bapak dengan melihat anak cucu mereka dalam kedudukan yang sama.Maka berkumpullah kemabali mereka menjadi keluarga abadi disurga, yang kurang amal terangkat oleh sempurna amalnya.

Ibnu Abbas ra berkata , “ Sesungguhnya Allah mengangkat derajat amal cucu orang yang beriman, disetarakan dengannya walaupun anak cucunya, dalam produktivitas amalnya dibawah levelnya, supaya menyejukkan hatinya dengan berkumpul bersama mereka,” (Lihat : Tafsir Ibnu Katsir IV/512)

Itulah karunia Allah pada para anak cucu (keluarga) disebabkan keberkahan amal bapak-bapaknya .Itu juga merupakam anugerah-Nya terhadap para bapak (orangtua) disebabkan keberkahan doa anak cucu.

Sementara Imam Ibnu Majah dan Ahmad meriwayatkan dari Abu- Hurairah ra dari Nabi Saw bersabda “ sesungguhnya  Allah mengangkat derajat bagi hamba yang shalil di Surga” lalu ia bertanya “ wahai Rabb, bagaimana aku mendapatkan derajat (setinggi) ini ?” Allah SWT menjawab,”disebabkan istighfar (permohonan ampun) anakmu untukmu. “ (HR Ibnu Majah No.3791)

Penggunaan lafazh “bi limaanin ( dalam keimanan) pada ayat diawal, mengikat syarat utama agar bisa dterus berkumpul dengan keluarga di surga, yaitu kesamaan ideologi  atau kesamaan iman. Jika tidak sama sama beriman, salahsatu mukmin sementara yang lainnya kafir, maka tidak akan ada keluarga abadi.

Jangankan diakhiratm didunia saja ketika tidak ada kesamaan iman antara suami dan istri atau bapak dan anak, maka dimata Allah Swt itu bukanlah keluarga, meski secara biologis dan hubungan darah adalah keluarga.Hal ini terlihat dari apa yang terjadi antara Nabi Nuh as dan putranya

Allah swt berfirman “Dan Nuh berseru kepada Tuhannya sambil berkata : “Ya Tuhanku, sesungguhnya anak termasuk keluargaku dan seseungguhnya janji Engkau itulah yang benar dan engkau adalah hakim yang seadil adilnya. “Allah berfirman : “Hai Nuh, Sesungguhnya dia bukanlah termasuk keluargamu (uang dijanjikan akan diselamatkan ).Sesungguhnya (perbuatannya) perbuatan yang tidak baik. Sebab itu janganlah kamu memohon kepada0Ku sesuatu yang kamu tidak mengetahui (hakikat) nya . Sesungguhnya aku memperingatkan kepada mu supaya kamu jangan termasuk orang orang yang tidak berpengetahuan .” (Qs Huud 11 45-46)

Penyebutan lafazh “iimaanin” dalam bentuk nakirah disini, menunjukkan bahwa iman yang diinginkan tidak sembarang iman, melainkan iman yang khusus berkualitas dan agung maqam-nya (Lihat : At Tafsir Al Munir XXVII/67)

Ikuti dengan keshalihan

Dalam ayat lain syarat membentuk keluarga dunia akhirat juga dibahasakan dengan kata “shalih”.Allah berfirman “Ya Tuhan kami, dan masukkanlah mereka dalam surga Adn yang telah Engkau janjikan kepada mereka dan orang orang shalih diantara bapak bapak mereka, dan istri istri mereka dan keturununa mereka semua.Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana “ (QS Ghaafir 40:8 )

Keshalihan ada produk dari iman yang hakiki. Ini memberikan pemahaman kepada kita bahwa syarat menjadi keluarga abadi adalah iman dan amal shalih. Atau denga bahasa lain ada kesamaan visi dan misi.

Untuk itu, mari kita kondisikan seluruh anggota keluarga senantiasa hidup dalam nuansa imani dan menjadi manusia manusia yang shalih, berguna bagi dirinya dan orang lain agar kita sekeluarga bisa menjadi keluarga abadi didunia dan akhirat .aamiiin.

 

 

 

UN on UN

UN sedang berlangsung, seperti penyakit tahunan, setiap musim UN orang tua mengalami ketar ketir kecemasan, apakah anakku lulus atau tidak, nilainya baik atau tidak, apakah bisa masuk sekolah yg di inginkan atau tidak. Hal ini tidak jarang menimbulkan sikap2 lebay ( berlebihan) dari orang tua terhadap anak. Bahkan tak urung, ayah ibu melampiaskankan kecemasannya dengan menghadirkan teriakan dan bentakan..
Oops…..stop ayah bunda, semua kecemasan itu membuat ‘ aku anak mu’ semakin tak nyaman. UN akan menjadi momok beneran kl begini.
Para ahli neurologi…sering mengingatkan bahwa otak yg tegang sebenarnya akan sulit menerima apapun, hanya otak2 yg rileks dan siapa yg dpat menerima berbagai informasi. Jadi….sebelum terlambat ( masih ada 2 hari UN lagi lho) ada beberapa hal yg sebenarnya baik di lakukan oleh orang tua untuk mendukung anak selama masa UN.

1. Hadirkan kenyamanan.
Hadirkanlah kenyamanan di rumah kita dengan zero noise ( tidak ada kebisingan…. Baik kebisingan yg datangnya dari suara keras orang tua yg terus menerus mengingatkan belajar maupun kebisingan yg hadir dari televisi atau Tape recorder yg hidup terus menerus ( kecuali untuk anak2 yg memang punya sifat suka belajar di temani suara)
Bila kita harus mengingatkan anak untuk belajar,  maka ingatkanlah. dan  mintalah anak mengulang pelajarannya dengan bahasacinta dan kasih sayang—-berilah motivasi- bukan teriakan apalagi ejekan…..

2. Berikan anak kesempatan istirahat
Biarkan anak makan dan minum serta beristirahat setelah pulang sekolah ( pada hari pertama ini ) jangan paksa untuk langsung mengulang pelajaran untuk esok hari…, biarkan anak beristirahat di kamar atau beri izin bila ia ingin membaca buku cerita atau nonton TV, yg perlu kita lakukan adalah mengingatkan:” nak kalau lelahnya sudah habis, lakukan persiapan untuk UN besok ya. atau ” masih lelah ya nak….sudah istirahat dulu ya, nanti selesai sholat zuhur kan sudah segarkan, pelajaran untuk besok di ulang ya nak. 

3. Menanyakan keadaan anak.
Sambutlah anak saat pulang sekolah dengan sambutan, hangat lewat pertanyaan yg menyenangkan ” gimana nak…..insyaallah bisa kan., ngak sesulit Tryout kan …alhamdulillah. Bila anak berkesempatan menyampaikan keluhanya, jangan omeli anak, karna itu akan membuat anak makin putus asa… Berilah semangat dengan” insyaallah besok lebih baik…ayo istirahat dulu setelah itu kita belajar lagi..insyaallah bisa.

4 siapkan makanan2 kesukaan anak
Makanan kesukaan ini tidak mesti mahal, yg penting di sukai anak, ini hanya sebagai pemancing sehingga anak tidak jenuh.

5.Ajak anak berdoa.
Ajari anak2 sejak dini untuk melengkapi ikhtiar dengan doa, misalnya mengajak anak bagun tahajud atau berdoa bersama sebelum tidur. Ini tidak hanya akan menambah ketenagan pada anak, tp dalam jangka panjang ini akan menghadirkan sebuah pemahaman pada anak bahwa ada yg akan membantunya yaitu اللّهُ, sehingga nilai2 ketuhanan pada anak akan bertambah.

6 doa orang tua. ini yg terakhir, tp sebenarnya ini yg pertama…. Tidak akan tertolak doa orang tua untuk anaknya, mari ayah bunda, selain kita meminta putra-putri kita belajar, maka iringilah setiap langkah dan desas nafas ayah bunda untuk mendoakan anak2 kita. Lewat sholat tahajud, sholat dhuha dan sholat2 sunnah lainnya atau memperbanyak tilawah quran atau bersedekah dll, ayah bunda dapat mendoakan ananda, ini akan menjadi kekuatan yg luar biasa……karna semua milik اللّهُ maka mintalah agar اللّهُ melapangkan dan memenuhi hati anak2 kita dengan ilmu dan pemahaman……..
آمــــــــــــــــــين يا رب العالمين
SELAMAT UN anak-anak ku……satuhal yang kalian harus tau
Ayahbunda, umi abi, ibu bapak….mencintaimu dari kalian berada di rahim bunda….sampai hari ini, dan cinta ini tak akan pernah berkurang di hAti umi dan abi…….

Jadilah. Benderang nak…yg selalu menghalau gelap …….jadilah asa yg selalu mengalahkan kemalasan.
Semoga kebahagiaan selalu untuk mu sayg.
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT